PERMASALAHAN DASAR PADA KONSELING DAN PSIKOTERAPI
Bertemu lagi dengan saya, dikesempatan kali ini saya akan mereview materi tentang masalah dasar pada konseling dan psikoterapiπ
Simak yaa!!!
KONSEP UTAMA DAN FILSAFAT
Pendekatan
konseling dan psikoterapi yang berlaku menjadi jelas bahwa tidak ada suatu
filsafat bersama yang mempersaukan semua pendekatan itu. Konsep-konsep tentang
manusia, tujuan-tujuan terapi yang berakar pada pandangan tentang sifat
manusia, dan teknik-teknik yang digunakan cenderung berbeda-beda pada
masing-masing pendekatan terapi. Perbedaan terutama tampak jelas diaantara
asumsi-asumsi filosofis yang melandasi tiga pendekatan yang berbeda : pendekatan
psikoanalitik, pendekatan behavioral, dan pendekatan eksistensial humanistik.
Adapun Filsafat dasar dan konsep utama dari
beberapa pendekatan diantaranya adalah
π Terapi
Psikoanalitik
Manusia pada dasarnya ditentukan oleh energi
psikis dan pengalaman-pengalaman diri. Motif-motif dan konflik tak sadar adalah
sentral dalam tingkah laku sekarang. Ketentuan-ketentuan irasional kuat, orang
didorong oleh dorongan-dorongan seksual dan agresif. Perkembangan dini penting
karena masalah-masalah kepribadian berakar pada konflik kanak-kanak yang
direpresi.
Perkembangan kepribadian yang normal
berdasarkan resolusi dan intregasi fase-fase perkembangan psikoseksual yang
berhasil. Perkembangan kepribadian yang gagal merupakan akibat dari resolusi
sejumlah fase perkembangan psikoseksual yang tidak memadai. Id,
ego,superego membentuk dasar bagi struktur kepribadian. Kecemasan adalah
akibat pereprsia konflik-konflik dasar. Mekanisme-mekanisme pertahan ego dikembangkan
untuk mengendalikan kecemasan. Proses-proses tak sadar berkaitan erat dengan
tingkah laku yang muncul sekarang.
π Terapi
Eksistensial-Humanistik
Berfokus pada sikap dan kondisi manusia yang
mencakup kesanggupan untuk menyadari diri, bebas untuk memilih menentukan nasib
sendiri, kebebasan dan tanggung jawab, kecemasan sebagai suatu unsur dasar,
pencarian makna yang unik didalam dunia yang tak bermakna, berada dalam
hubungan dengan orang lain keterhinggaan dan kematian, dan kecenderungan mengaktualkan
diri.
Merupakan suatu pendekatan pada konseling dan
terapi alih-alih suatu model terapi tetaap. Terapi ini menekankan
kondisi-kondisi inti manusia. Perkembangan kepribadian yang normal berdasarkan
keunikan massing-masing individu. Berfokus pada saat sekarang dan pada menjadi
seseorag itu, yang berarti memiliki orientasi ke masa depan. Ia menekankan
kesaadaran diri sebelum bertindak.
π Terapi Client
centered
Memandang manusia secara positif, manusia
memiliki suatu kecenderungan kearah menjadi berfungsi penuh. Dalam kondisi
terapeutik, klien mengalami perasaan-perasaaan yang sebelumnya diingkari. Klien
mengaktualkan potensi dan bergerak kearah meningkatkan kesadaran, sportanitas,
kepercayaan kepada diri dan keterarahan dalam.
Klien memiliki kemampuan untuk sadar atas
mesalah-masalahnya serta cara mengatasinya. Kepercayaan diletakkan pada
kesanggupan klien untuk mengarahkan dirinya sendiri. Kesehatan mental adalah
keselarasan antara diri ideal dan diri real. Berfokus pada saat sekarang serta pada
mengalami dan mengekspresikan perasaan-perasaan.
π Terapi Gestalt
Orang terdorong kearah keseluruhan dan
integrasi pemikiran perasaan dan tingkah laku. Individu depandang memiliki
kesanggupan untuk menyadari bagaiman pengaruh massa lampau berkaitan dengan
kesulitan-kesulitan sekarang.
Mencakup tanggung jawab pribadi, urusan yang
tak selesai, penghindaran mengalami dan menyadari saat sekarang.
π Terapi
Tingkah laku
Manusia dibentuk dan dikondisikan dengan
pengkondisian sosial budaya. Tingkah laku dipandang sebagai hasil belajar dan
pengkondisian.
Berfokus pada tingkah laku yang nampak,
terapi berlandaskan pada prinsip-prinsip teori belajar. Tingkah laku yang
normal dipelajari melalui perkuatan dan peniruan. Tingkah laku yang abnormal
adalah akibat belajar yang keliru.
π Terapi
Realitas
Orang membutuhkan identitas dan mampu
megembangkan identitas keberhasilan maupun identitas kegagalan. Terapi realitas
berdasarkan motivasi pertumbuhan dan antideterministik.
Berfokus pada apa yang bisa dilakukan
sekarang, dan menolak masa lampau sebagai variabel utama. Petimbangan nilai dan
tanggung jawab moral di tekankan. Kesehatan mental sama dengan penerimaan atas
tanggung jawab.
FUNGSI DAN PERAN TERAPIS
π Menganalisa dan menafsirkan proyeksi klien
π Mengamati klien secara cermat selama
proses terapi berlangsung
π Mengartikan mimpi dan asosiasi bebas yang
dilaporkan klien.
π Merumuskan masalah klien
PENGALAMAN KLIEN DALAM TERAPI
Pada umumnya para klien datang ke terapis
yaitu karena tidak adanya kesesuaian antara apa yang diinginkan oleh dirinya .
dan diantaranya seseorang mendatangkan terapi yaitu karena adanya keinginan
oleh seorang klien untuk membantu menyelesaikan konflik yang dia hadapi.
Terlepas dari apakah tujuan klien
mendatangkan terapis yaitu untuk menyembuhkan suatu gangguan atau untuk
meningkatkan kualitas kehidupan mereka. Truax dan Carkhuuf ( 1967 )
menyebutkan tipe klien yang berhasil dalam konseling dan psikoterapi yaitu individu
memiliki taraf gangguan batin yang tinggi, akan tetapi klien dapat menunjukkan
taraf gangguan tingkah laku yang rendah. Definisi ini sejalan dengan gagasan
Rogers yang menyebutkan bahwa syarat dasar bagi terapi adalah klien mempersepsi
kan bahwa dirinya ( kilen ) memiliki suatu masalah yang menimbulkan motivasi
untuk berubah. Juga , klien yang berhasil biasanya memperlihatkan taraf
kesediaan yang tinggi untuk berubah dan memiliki pengharapan yang positif atas
perbaikan diri nya sendiri .
HUBUNGAN ANTARA TERAPIS DAN KLIEN
Hubungan terapeutik melibatkan dari terapis
maupun klien. Tingkat perhatiaan terapis, minat dan kemampuannya dalam
membantuk klien dan ketulusannya adalah faktor-faktor yang mempengaruhi
hubugan. Klien pun mempengaruhi hubungan melalui variabel-variabel motivasi,
kerja sama, minat, perhatian, sikap, persepsi-persepsi, dan reaksi-reaksinya
terhadap terapis.
Adapun hubungan terapeutik dari beberapa
pendekatan diantaranya :
π Terapi
Psikoanalitik
π Terapi
Eksistensial Humanistik
π Terapi
Client Centred
π Terapi
Gestalt
π Terapi
Tingkah laku
π Analisis
Transaksional
π Terapi
Rasional Emotif
π Terapi
Realitas
MASALAH TENTANG TEKNIK-TEKNIK DAN
PROSEDUR-PROSEDUR
π Diagnosis
Diagnosis sebagai bagian yang mendasar dari
proses trepeutik. Diagnosis psikologis pada umumnya adalah suatu analisis atas
masalah-masalah klien, faktor-faktor penyebab, serta sifat dan perkembangan
pola-pola meladjisment. Diagnosis itu juga menyiratkan spesifikasi
tipe-tipe intervensi terapeutik dan peramalan hasil-hasil dari segi masa depan
tingkah laku klien.
Diagnosis dalam konseling dan psikoterapi
adalah memperoleh pengetahuan yang cukup mengenai tingkah laku klien sekarang
sehingga rencana treatment yang lain bisa dibuat. Banyak yang mengkritik
diagnosis dalam terapi, ada yang memandang bahwa diagnosis psikologis itu
merugikan bagi proses terapeutik.
Pada dasarnya diagnosis merupakan bagian
dasar dari proses terapi. Diagnosis sebagai suatu proses yang berlangsung yang
difokuskan pada memahami klien. Baik terapis maupun klien terlibat dalam proses
pencerian dan penemuan sejak pertemuan awal hingga berakhirnya
terapi. Diagnosis juga menjadi suatu bentuk pembuatan
hipotesis-hipotesis tentatif dan hipotesis-hipotesis ini bisa dibuat bersama
klien dan di berikan kepada klien sepajang proses.
π Pengetesan
Tes-tes bisa digunakan sebagai alat bantu
bagi konseling, informasi yang berharga, yang bisa ditambahkan pada kesanggupan
klien untuk membuat pututsan-putusan, bisa dikumpulkan melali test-test. Karna
harapan dari test-test tersebut bisa mendapatkan jawaban.
π Bertanya dan menggali informasi
Masalah bertanya dan nilainya dalam terapi
perlu didiskusikan. Sayangnya ada terapis-terapis yang teknik utamanya adalah
mengajukan segudang pertanyaan, mereka mengintrogasi klien. Pertemuan terapi
jadinya merupakan periode bertanya dan menjawab alih-alih merupakan pertemuan
eksplorasi. Klien acap kali merasa diintrogasi dengan teliti, tetapi tidak bisa
di mengerti. Teknik bertanya yang digunakan secara berlebihan bisa mengacaukan
intensitas terapi dan bisa memberikan kepada terapis cara yang aman tetapi tidak
efektif.
Terapi gestal dan realitas tidak mengajukan
pertanyaan mengapa, karenaa mencari cari dalih tingkah laku secara tipikal,
menurut merekaa mengetahui alasan-alasan tingkah laku tidaklah penting. Seperti
dalam prosedur-prosedur yang lainnya, ada tempat untuk bertanya dalam konseing.
Akan tetapi, terapis dan konselor perlu menyadari bahwa penggunaan pertanyaan
yang berlebihan bisa mengacaukan dan mengakibatkan terapi yang tidak efektif.
π Dukungan dan Pemberi Keyakinan
Semua pempraktek setuju bahwa bentuk dukungan
tertentu adalah bahan yang penting bagi pembentukan hubungan terapeutik yang
efektif. Ini diciptakan oleh terapis dengan secara aktif
memperhatikan dan mendengarkan pesan-pesan yang halus dari klien, menerima
klien sebagai pribadi yang dihormati, mengungkapkan kepercayaan dan harapan
yang tulus pada kesanggupan klien untuk berubah, memberikan keleluasaan untuk
mengeksplorasi segenap perasaan dan bersikap memperhatikan klien.
Terdapat bahaya dan keterbatasan dalam
penggunaan metode pemberi keyakinan. Kesalahan utama dalam penggunaanya adalah
pendekatan “Band Aid” dimana terapis mendessakan bantuan dan kenyaman kepada
klien yang mengalami kecemasan dan kesakitan. Keterbatasan lainnya adalah jika
digunakan secara berlebihan, ia akan menunjang rasa kebergantungan klien kepada
terapis untuk mendapat persetujuan dan sanksi.
π Konfrontasi
Konfrontasi kadang-kadang dipersepsi dan dilaksanakan sebagai serangan yang tak mengenal kasihan, pelampiasan perasaan-perasaan kebencian, dan perobekan pertahanan klien yang rawan. Dengan harapan konfrontasi akan mengakibatkan peningkatan kesadaran dan tindak yang kontruksif, untuk mendorong klien secara nondefensif memikirkan aspek-aspek tertentu yang hilang dari dirinya. Oleh karena itu, cara konfrontasi yang digunakan oleh terapis dan klien meneria konfrontasi sangat penting.
π Penafsiran dan Refleksi
Terapis ini berfokus kepad unsur-unsur
subjektif dari apa yang dikatakan oleh klien untuk membantunya manjelaskan
perasaan-perasaan serta mengalami perasaan-perasaan itu lebih inntens atau
untuk memikirkan hal-hal tertentu yang dikatakannya pada taraf yang lebih
dalam. Yang direfleksikan adalahlebih dari sekedar makna yang tampil dari apa
yang dikatakan klien. Jika tidak demikian, gerakan kearah kesadaran tidak akan
terjadi. Terapis bukan merefleksikan isi, melainkan pesan-pesan yang
samar yang terkandung dalam isi.dengan cara ini, kien bisa menimbang-nimbang
makna tingkah laku tertentu dan mulai memeriksa kaitan antara tingkah lakunya
yang dahulu dan tingkah laku yang sekarang.
Sekian review dari saya, Semoga bermanfaat untuk kalian semuaπ
Terimakasihπ


Komentar
Posting Komentar